Thursday, December 3, 2009

Pemenang Tender Layanan Internet Kecamatan Wajib Pakai "Open Source"

Sumber Tulisan: KOMPAS, 3 Desember 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar baik buat penggiat perangkat lunak komputer dengan sistem operasi terbuka atau open source. Permintaan agar pemerintah mewajibkan penggunaan open source di dalam negeri sejak beberapa tahun terakhir akhirnya bakal kesampaian.

Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) merespons melalui rencana mewajibkan penggunaan open source. Sebagai bukti, Depkominfo akan mewajibkan penggunaan open source kepada para pemenang lelang tender penyediaan layanan internet di tingkat kecamatan.

Kewajiban itu tertuang dalam Peraturan Menkominfo Nomor 48/PER/M.KOMINFO/11/2009 tentang Penyediaan Jasa Akses Internet Pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi Internet Kecamatan atau yang lebih dikenal dengan USO internet kecamatan.

Salah satu ketentuan dalam aturan yang diteken Menkominfo Tifatul Sembiring pada 23 November 2009 itu menyatakan, penyedia Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) alias pusat sarana dan prasarana penyediaan jasa akses internet di ibu kota kecamatan yang dibiayai dana kontribusi USO harus mengutamakan penggunaan perangkat lunak berbasis open source.

"Untuk lebih meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri, pemerintah juga mewajibkan penyedia PLIK untuk menggunakan belanja modal sekurang-kurangnya 35 persen untuk pembelanjaan produksi dalam negeri," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto, Kamis.

Menurut Gatot, ketentuan lebih lanjut mengenai PLIK akan diatur dalam dokumen lelang yang ditetapkan oleh Balai Telekomunikasi dan lnformatika Pedesaan (BTIP) Direktorat Jenderal Postel Depkominfo.

Akhir Oktober lalu, BTIP sudah melakukan evaluasi prakualifikasi tender USO internet kecamatan. Hasilnya, sebanyak enam dari 25 perusahaan yang dievaluasi dinyatakan tidak lulus prakualifikasi. Mereka yang tidak lolos adalah PT Cyber Network Indonesia (Mitra) yang mengajukan penawaran untuk empat paket pekerjaan, PT Inet Global Indo (satu paket), PT Nettocyber Indonesia (satu paket), PT Sejahtera Globalindo (dua paket), PT Total Info Kharisma (tiga paket), dan PT Core Mediatech (lima paket).

Adapun 19 perusahaan yang dinyatakan lolos antara lain PT Telkom, Indonesia Comnet Plus, PT Aplikanusa Lintas Arta, PT Pos Indonesia, PT Rahajasa Media Internet, PT Telkomsel, dan PT Netwave Multimedia (Mitra), yang mengajukan penawaran untuk mengerjakan sebelas paket. (Gentur Putro Jati/KONTAN)



Editor: wah


Read more!

Wednesday, November 4, 2009

Modem ZTE AC2710 di Slackware 13.0

Setelah kemarin meng-upgrade ke Slackware 13 (akhirnya ganti juga...), waktunya setting ulang koneksi internet saya dengan menggunakan modem Smart EV-DO. Terakhir pada waktu menggunakan Slackware 12.2, saya harus mengganti kernel saya ke versi di atas 2.6.28 agar dapat menggunakan modem ini karena masalah kompatibilitas. Senangnya di Slackware 13.0 sudah menggunakan kernel 2.6.29.6 jadi tidak usah mengganti kernel untuk menggunakan modem ini.

Seperti biasa layaknya usb-composite device yang lain, kita butuh utility 'usb_modeswitch' untuk mengganti fungsi usb composite tersebut. Setelah proses installasi 'usb_modeswitch', yang kita harus lakukan selanjutnya adalah menyesuaikan konfigurasinya agar sesuai dengan modem kita. Caranya, cari baris seperti di bawah ini :


########################################################
# ZTE AC2710 (EVDO)
#
# Contributor: Wasim Baig

;DefaultVendor= 0x19d2
;DefaultProduct= 0xfff5

;TargetVendor= 0x19d2
;TargetProduct= 0xfff1

#MessageEndpoint=0x05
;MessageContent="5553424312345678c00000008000069f010000000000000000000000000000"

# Just for information: try it with the message from the AC8710 ...


Jika tidak ditemukan baris seperti diatas, anda bisa tambahkan sendiri dan diubah menjadi seperti berikut :


########################################################
# ZTE AC2710 (EVDO)
#
# Contributor: Wasim Baig

DefaultVendor= 0x19d2
DefaultProduct= 0xfff5

TargetVendor= 0x19d2
TargetProduct= 0xfff1

MessageEndpoint=0x0a
MessageContent="5553424312345678c00000008000069f010000000000000000000000000000"

# Just for information: try it with the message from the AC8710 ...


Langkah selanjutnya adalah, saya membuat sebuah 'rules' pada '/etc/udev/rules.d/' bernama '62-zte-ac2710.rules' untuk mengganti fungsi modem setiap kali modem terhubung pada notebook saya. isi dari rules ini adalah :

SUBSYSTEM=="usb",SYSFS{idVendor}=="19d2",SYSFS{idProduct}=="fff5",GOTO="EVDO_CDMA_Modem"

LABEL="EVDO_CDMA_Modem"
RUN+="/usr/bin/usb_modeswitch && sleep 15"
RUN+="/sbin/modprobe -v usbserial vendor=0x19d2 product=0xfff1"
LABEL="EVDO_CDMA_Modem_End"


Jangan lupa restart service 'udev' setelah menambahkan rules di atas. Setelah itu, modem anda akan siap di pakai untuk koneksi dial-up smart 15 detik setelah modem terhubung pada port USB anda. Modem akan menjadi char device pada '/dev/ttyUSB0'.

Semoga membantu.
Salam...


Read more!

Saturday, October 10, 2009

Salut untuk Bapak Onno W. Purbo

Onno W. Purbo, itulah nama yang sangat populer di kalangan profesional IT Indonesia secara umum dan di kalangan profesional IT Indonesia open source khususnya. Beliau sangat banyak menyumbangkan tulisan dan tindakan untuk membuat dunia IT di Indonesia menjadi lebih baik.

Semua prestasi beliau banyak menginspirasi kalangan profesional dan aktivis IT Indonesia, termasuk saya sendiri. Dengan dedikasi yang tinggi untuk memajukan dunia Informasi dan Teknologi di Indonesia bagi semua rakyat indonesia, khususnya kalangan menengah ke bawah, beliau banyak menyumbangkan pemikiran dan waktunya. Salah satu karya beliau yang cukup di kenal adalah antena luar nirkabel murah dikenal dengan nama 'wajanbolik'. Dengan adanya 'wajanbolik' seharusnya akses internet dapat dibagi-bagi dengan tetangga yang kurang mampu untuk membayar biaya bulanan internet yang kala itu masih relatif mahal.

Karena itu saya sangat mengaggumi Kang Onno (sapaan untuk Bpk. Onno). Seandainya cukup banyak orang di Indonesia yang mempunyai dedikasi memajukan dunia IT Indonesia untuk masyarakat seperti Kang Onno, niscaya dalam waktu yang relatif singkat bangsa kita dapat segera memiliki sumber daya manusia di bidang Teknologi Informasi yang handal dan bersaing dengan sumber daya manusia dari luar negeri.

Terima kasih Kang Onno, dan teruslah berkarya bagi bangsa Indonesia... Salute for Onno W. Purbo!!!


Read more!

Friday, October 9, 2009

Rusmanto Maryanto dan Linux: ILC, GCOS, RMS, Olimpiade Office, dll.

Read more...


Read more!

Migrasi Ke Open Source

Beberapa tahun belakangan ini, Microsoft sedang gencar-gencarnya melakukan razia terhadap software mereka yang di bajak. Tidak heran, karena di Indonesia kita ini, pelanggaran terhadap hak atas kekayaan intelektualitas. Meskipun begitu, penjual dan pengguna software-software bajakan ini masih tetap saja merasa nyaman dengan tindakannya. Bahkan diantara mereka ada yang tahu dan mengerti bahwa tindakan mereka merugikan orang lain.

Memang beberapa harga-harga software resmi belum terjangkau oleh masyarakat kita. Akan tetapi hal ini tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk membenarkan tindakan pembajakan,
Lalu bagaimana dengan perkembangan dunia Teknologi Informasi di Indonesia jika masyarakat kita memiliki sebuah dilema antara pembajakan dan daya beli? Mungkin salah satu alternatifnya adalah dengan migrasi ke open source.

Open source adalah sebuah gerakan moral komunitas pengguna komputer agar orang lain dapat menggunakan komputer terlepas dari seberapa besarnya daya beli, dan persetujuan-persetujuan pada saat membeli/menggunakan sebuah program. Hanya perlu sedikit usaha lebih untuk belajar dan mengenal software-software open source yang berbeda dengan software-software kepemilikan.

Dengan bermigrasi ke open source, setidaknya kita dapat membantu diri kita sendiri agar tidak takut dengan pelanggaran hukum, masyarakat karena dapat membantu memberikan software dan pertolongkan kepada orang lain yang membutuhkan software yang serupa, dan tidak lupa membantu memperbaiki generasi negara kita tercinta Indonesia.


Read more!