Showing posts with label Open Source. Show all posts
Showing posts with label Open Source. Show all posts

Monday, August 1, 2011

Rooting manual android

REQUIREMENTS : - Linux *of course! 8-) - Android SDK with  - busybox binary - Superuser.apk  - psneuter exploit binary - su-v2 binary You can find all the files listed above from SuperOneClick installed directory in M$ WINDOZ.
On Linux machine :
!! Make sure adb server is running as root. !!

$./adb push psneuter /data/local/tmp
$./adb push su-v2 /data/local/tmp
$./adb push busybox /data/local/tmp
$./adb shell
On android console :
$ busybox chmod +x /data/local/tmp/psneuter
$ /data/local/tmp/psneuter /* you will get logged out from android console and just run*/
$./adb shell /* again to get android shell back as root. */
# mount  /* find entry for '/system' mount */
/dev/stl12 /system rfs ro,relatime,vfat,log_off,check=no,gid/uid/rwx,iocharset=utf8 0 0
# mount -t rfs -r -w -o remount /dev/stl12 /system /* change the command according to your device. */
# busybox mv /data/local/tmp/su-v2 /system/xbin/su 
# busybox chmod 06755 /system/xbin/su 
# busybox chown 0.2000 /system/xbin/su 
# busybox ln -s /system/xbin/su /system/bin/su  
# busybox cp /data/local/tmp/busybox /system/xbin 
# busybox chmod 0755 /system/xbin/busybox 
# busybox chown 0.2000 /system/xbin/busybox 
# exit 
$ exit
Back to Linux machine :
./adb install Superuser.apk 
There, ur droid is rooted! :D


Read more!

Friday, June 3, 2011

AOSI need our help...

Maaf email ini agak panjang, mohon yang ingin gabung
sebagai penyedia jasa di bidang FOSS
(secara gratis maupun berbayar) bersedia membaca :-)

PENGANTAR

AOSI mengajak berbagai komunitas Linux dan FOSS di Indonesia
menyediakan dukungan teknis dan non teknis bagi pengguna FOSS, a.l.:
- pemerintah, dalam rangka mencapai target akhir 2011 pakai FOSS,
- swasta, yang akan/sudah menggunakan FOSS,
- lembaga pendidikan, yang sudah/akan menggunakan FOSS,
- dan siapa saja, yang akan/sudah menggunakan FOSS.

Sebagai langkah awal, sekretariat AOSI di Jakarta akan menjadi
pusat informasi FOSS dalam bentuk Helpdesk melalui web, email, sms, dll.
Helpdesk diharapkan didukung anggota atau mitra AOSI di Jakarta dan
di tiap provinsi sehingga akan ada minimal 33 kantor perwakilan AOSI.

Sekretariat AOSI sebagai kantor pusat Helpdesk FOSS Nasional
akan mengelola dan meneruskan informasi kebutuhan jasa terkait FOSS
ke para anggota atau mitra AOSI yang memiliki kemampuan menyediakan
jasa/produk yang sesuai kebtuhan untuk mendukung penggunaan FOSS
oleh pemerintah pusat, pemda prov/kab/kota, swasta, pendidikan, dll.

AJAKAN KERJA SAMA

AOSI menawarkan kerja sama ini dalam bentuk keanggotaan atau
kemitraan sebagai semacam perwakilan AOSI di berbagai wilayah
dalam menyediakan helpdesk secara terbatas di masing-masing provinsi.
Beda keanggotaan dan kemitraan:
- keanggotaan: Institusi Anggota AOSI yang terikat dengan AD/ART AOSI.
- kemitraan: Bukan Anggota AOSI yang bekerja sama dengan AOSI,
 yang diadakan karena belum/tidak ada anggota AOSI yang bersedia di
suatu provinsi.

Jika ada bisnis atau proses pengadaan terkait helpdesk ini
tidak akan dikerjakan oleh AOSI sebagai organisasi non profit,
tapi oleh institusi anggota atau mitra AOSI
sesuai dengan kompetensi dan jenis usaha masing-masing anggota/mitra.
Perjanjian, kontrak kerja, SLA (Service Level Agreement)
atau yang sejenis juga menjadi tanggung jawab pihak-pihak
terkait yang melakukan perjanjian/kontrak.

Sekretariat AOSI sebagai pusat informasi atau penyedia layanan
tidak terikat perjanjian atau kontrak kerja dengan siapapun,
kecuali ikatan sebagai organisasi asosiasi dengan anggota dan mitranya.

TINDAK LANJUT

Helpdesk FOSS Nasional ini ditargetkan beroperasi
mulai pertengahan Juni 2011, atau paling lambat 1 Juli 2011.
AOSI akan merekrut minimal 1 orang tenaga penuh waktu
untuk mengelola kantor pusat Helpdesk FOSS di sekretariat AOSI.

Institusi yang berminat menjadi anggota atau mitra AOSI
sebagai helpdesk di daerah dimohon mengirim email
ke helpdesk@aosi.or.id CC: rusmanto@aosi.or.id
dengan isi email:

- Nama organisasi:
- Alamat di darat (lengkap nama kota dan provinsi):
- Alamat di internet (kalau ada website atau blog atau sejenis):

- Nama ketua atau penganggung jawab:
- No HP ketua/penganggung jawab:
- Email ketua/penanggung jawab:

- Nama kontak untuk helpdesk ini:
- No HP kontak untuk helpdesk ini:
- Email kontak untuk helpdesk ini:

- Bidang keahlian dan pengalaman kerja atau kegiatan terkait Linux dan FOSS:

- Daftar SDM dan jenis keahliannya:


Terima kasih telah membaca, silakan diteruskan ke teman atau milis yang sesuai.

Rus

Sumber : Milis aktivis linux indonesia


Read more!

Thursday, May 27, 2010

SLACKWARE 13.1 RELEASE NOW!!!

Yes, it's that time again! After many months of development and
careful testing, we are proud to announce the release of Slackware
version 13.1!

We are sure you'll enjoy the many improvements. We've done our best
to bring the latest technology to Slackware while still maintaining the
stability and security that you have come to expect. Slackware is well
known for its simplicity and the fact that we try to bring software to
you in the condition that the authors intended.

Slackware 13.1 brings many updates and enhancements, among which
you'll find two of the most advanced desktop environments available
today: Xfce 4.6.1, a fast and lightweight but visually appealing and
easy to use desktop environment, and KDE 4.4.3, a recent stable release
of the new 4.4.x series of the award-winning KDE desktop environment.
We continue to make use of HAL (Hardware Abstraction Layer) and udev,
which allow the system administrator to grant use of various hardware
devices according to users' group membership so that they will be able
to use items such as USB flash sticks, USB cameras that appear like USB
storage, portable hard drives, CD and DVD media, MP3 players, and more,
all without requiring sudo, the mount or umount command. Just plug and
play. Properly set up, Slackware's desktop should be suitable for any
level of Linux experience. New to the desktop framework are ConsoleKit
and PolicyKit. ConsoleKit handles "seats", things like dealing with
devices when switching from one user to another. PolicyKit is a system
for fine-grained access control, allowing a non-root user to run certain
tasks with elevated privilege, but more securely than if the entire task
were simply run as root.

Slackware uses the 2.6.33.4 kernel bringing you advanced performance
features such as journaling filesystems, SCSI and ATA RAID volume
support, SATA support, Software RAID, LVM (the Logical Volume Manager),
and encrypted filesystems. Kernel support for X DRI (the Direct
Rendering Interface) brings high-speed hardware accelerated 3D graphics
to Linux.

There are two kinds of kernels in Slackware. First there are the
huge kernels, which contain support for just about every driver in the
Linux kernel. These are primarily intended to be used for installation,
but there's no real reason that you couldn't continue to run them after
you have installed. The other type of kernel is the generic kernel, in
which nearly every driver is built as a module. To use a generic kernel
you'll need to build an initrd to load your filesystem module and
possibly your drive controller or other drivers needed at boot time,
configure LILO to load the initrd at boot, and reinstall LILO. See the
docs in /boot after installing for more information. Slackware's Linux
kernels come in both SMP and non-SMP types now. The SMP kernel supports
multiple processors, multi-core CPUs, HyperThreading, and about every
other optimization available. In our own testing this kernel has proven
to be fast, stable, and reliable. We recommend using the SMP kernel
even on single processor machines if it will run on them.


Here are some of the advanced features of Slackware 13.1:

- Runs the 2.6.33.4 version of the Linux kernel from ftp.kernel.org.
Also included is a kernel patched with Speakup to support speech
synthesizers providing access to Linux for the visually impaired
community. The 2.6.x kernel series has matured into a stable
kernel, and provides reliable performance for your desktop or
your production server.

- System binaries are linked with the GNU C Library, version 2.11.1.
This version of glibc also has excellent compatibility with
existing binaries.

- X11 based on the X.Org Foundation's modular X Window System.
There's been much activity in the X development world, and the
improvements in terms of performance and hardware support are
too numerous to mention them all here.

- Installs gcc-4.4.4 as the default C, C++, Objective-C,
Fortran-77/95, and Ada 95 compiler.

- Support for fully encrypted network connections with OpenSSL,
OpenSSH, OpenVPN, and GnuPG.

- Apache (httpd) 2.2.15 web server with Dynamic Shared Object
support, SSL, and PHP 5.2.13.

- PCMCIA, CardBus, USB, IEE1394 (FireWire) and ACPI support. This
makes Slackware a great operating system for your laptop.

- The udev dynamic device management system for Linux 2.6.x.
This locates and configures most hardware automatically as it
is added (or removed) from the system, and creates the access
nodes in /dev. It also loads the kernel modules required by
sound cards and other hardware at boot time.

- New development tools, including Perl 5.10.1, Python 2.6.4,
Ruby 1.9.1-p378, Subversion 1.6.11, git-1.7.1, mercurial-1.5.2,
graphical tools like Qt designer and KDevelop, and much more.

- Updated versions of the Slackware package management tools make it
easy to add, remove, upgrade, and make your own Slackware packages.
Package tracking makes it easy to upgrade from Slackware 13.0 to
Slackware 13.1 (see CHANGES_AND_HINTS.TXT). The slackpkg tool can
also help update from an older version of Slackware to a newer one,
and keep your Slackware system up to date. In addition, the
slacktrack utility (in extra/) will help you build and maintain
your own packages.

- Web browsers galore! Includes KDE's Konqueror 4.4.3,
SeaMonkey 2.0.4 (this is the replacement for the Mozilla
Suite), and the immensely popular Firefox 3.6.3, as well as
the Thunderbird 3.0.4 email and news client with advanced
junk mail filtering.

- The KDE Software Compilation 4.4.3, a complete desktop environment.
This includes the KOffice productivity suite, networking tools, GUI
development with KDevelop, multimedia tools (including the amazing
Amarok music player and K3B disc burning software), the Konqueror web
browser and file manager, dozens of games and utilities,
international language support, and more.

- A collection of GTK+ based applications including pidgin-2.7.0,
gimp-2.6.8, gkrellm-2.3.4, gxine-0.5.903, xchat-2.8.6, xsane-0.996,
and pan-0.133.

- A repository of extra software packages compiled and ready to run.
This includes the Java(TM) 2 Software Development Kit Standard
Edition, an MPlayer browser plugin, and more (see the /extra directory).

- Many more improved and upgraded packages than we can list here. For
a complete list of core packages in Slackware 13.1, see this file:

ftp://ftp.slackware.com/pub/slackware/slackware-13.1/PACKAGES.TXT


Downloading Slackware 13.1:
---------------------------

The full version of Slackware Linux 13.1 is available for download
from the central Slackware FTP sites hosted by our friends at
www.cwo.com and osuosl.org:

ftp://slackware.osuosl.org/pub/slackware/slackware-13.1/
ftp://ftp.slackware.com/pub/slackware/slackware-13.1/

If the sites are busy, see the list of official mirror sites here:

http://slackware.com/getslack/

We will be setting up BitTorrent downloads for the official ISO
images. Stay tuned to http://slackware.com for the latest updates.

Instructions for burning the Slackware tree onto install discs may
be found in the isolinux directory.


Purchasing Slackware on CD-ROM or DVD:
--------------------------------------

Or, please consider purchasing the Slackware Linux 13.1 six CD-ROM
set or deluxe dual-sided DVD release directly from Slackware Linux, and
you'll be helping to support the continued development of Slackware
Linux!

The DVD release has the 32-bit x86 Slackware 13.1 release on one
side, and the 64-bit x86_64 Slackware 13.1 release on the other. Both
sides are bootable for easy installation, and includes everything from
both releases of Slackware 13.1, including the complete source code
trees.

The 6 CD-ROM release of Slackware 13.1 is the 32-bit x86 edition.
It includes a bootable first CD-ROM for easy installation. The 6
CD-ROMs are labeled for easy reference.


The Slackware 13.1 x86 6 CD-ROM set is $49.95 plus shipping, or
choose the Slackware 13.1 x86/x86_64 dual-sided DVD (also $49.95 plus
shipping).


Slackware Linux is also available by subscription. When we release
a new version of Slackware (which is normally once or twice a year) we
ship it to you and bill your credit card for a reduced subscription
price ($32.99 for the CD-ROM set, or $39.95 for the DVD) plus shipping.

For shipping options, see the Slackware store website. Before
ordering express shipping, you may wish to check that we have the
product in stock. We make releases to the net at the same time as disc
production begins, so there is a lag between the online release and the
shipping of media. But, even if you download now you can still buy the
official media later. You'll feel good, be helping the project, and have
a great decorative item perfect for any computer room shelf. :-)


Ordering Information:
---------------------

You can order online at the Slackware Linux store:

http://store.slackware.com

Other Slackware items like t-shirts, caps, pins, and stickers can
also be found here. These will help you find and identify yourself to
your fellow Slackware users. :-)

Order inquiries (including questions about becoming a Slackware
reseller) may be directed to this address: info@slackware.com


Have fun! :^) I hope you find Slackware to be useful, and thanks
very much for your support of this project over the years.

---
Patrick J. Volkerding

Visit us on the web at: http://slackware.com

Taken from : www.slackware.com


Read more!

Friday, February 26, 2010

Seminar Sehari Linux


Sehari sebelum hari raya imlek dan valentine yang jatuh bersamaan tahun ini pada tanggal 14 Feb 2010, saya menghadiri seminar sehari dengan tema "Linux Sebagai OS Alternatif" di SMK Negeri 4, Tangerang. Kali ini saya diundang sebagai pembicara pada seminar sehari tersebut, yang memang salah satu dari panitianya adalah rekan kerja saya.

Sebenarnya tema "Linux Sebagai Sistem Operasi Alternative" susah saya kritisi, karena arti kata "Alternatif" sendiri adalah sebuah pilihan kedua jika pilihan pertama tidak didapat. Oleh karena itu ketika saya berbicara pada seminar tersebut, saya memperbaiki temanya menjadi "Linux Sebagai Sistem Operasi Pilihan". Mengapa saya merubah temanya menjadi seperti tersebut? Karena Linux bukanlah alternatif dari sistem operasi lain, karena Linux adalah Linux dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Sebelum menggunakan Linux kita sudah memilih, dan bukan terpaksa, dalam konteks 'Alternatif'.

Saat acara berlangsung yang diikuti oleh siswa kelas 10 SMK Negeri 4 Tangerang dengan berbagai bidang studi. Mereka sangat memperhatikan yang saya sampaikan, terutama siswa-siswa pada bidang studi rekayasa perangkat lunak. Beberapa hal yang saya sampaikan antara lain :


  • Pengantar sejarah sistem operasi di dunia komputer
  • Pro dan Kontra sistem operasi Linux
  • FSF, Open Source dan GNU Licenses
  • Tampilan Linux
  • Dan siapa saja yang menggunakan linux berdasarkan link ini
Saat saya menunjukan siapa saja yang menggunakan Linux sebagai sistem operasi, hampir seluruh siswa tercengang karena banyak perusahaan dan pemerintahan yang menggunakan Linux. Saya harap ini dapat merubah image di masyarakat tengan 'gratis' berarti 'kurang bagus'. Justru dengan adanya sesuatu yang 'gratis' bisa membuat kita tidak harus menjadi 'pembajak' hasil karya orang lain.

Senang sekali dapat berbicara pada acara-acara seminar tenang Linux dan Open Source seperti ini dan berbagi pengetahuan kepada sesama pemuda Indonesia. Semoga acara-acara seperti ini dapat lebih banyak dilakukan oleh kita pemuda Indonesia dengan inisiatif dan semangat kebersamaan membangun bangsa ini menjadi lebih baik, setidaknya dengan cara dan kemampuan kita masing-masing.


Read more!

Thursday, December 3, 2009

Pemenang Tender Layanan Internet Kecamatan Wajib Pakai "Open Source"

Sumber Tulisan: KOMPAS, 3 Desember 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar baik buat penggiat perangkat lunak komputer dengan sistem operasi terbuka atau open source. Permintaan agar pemerintah mewajibkan penggunaan open source di dalam negeri sejak beberapa tahun terakhir akhirnya bakal kesampaian.

Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) merespons melalui rencana mewajibkan penggunaan open source. Sebagai bukti, Depkominfo akan mewajibkan penggunaan open source kepada para pemenang lelang tender penyediaan layanan internet di tingkat kecamatan.

Kewajiban itu tertuang dalam Peraturan Menkominfo Nomor 48/PER/M.KOMINFO/11/2009 tentang Penyediaan Jasa Akses Internet Pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi Internet Kecamatan atau yang lebih dikenal dengan USO internet kecamatan.

Salah satu ketentuan dalam aturan yang diteken Menkominfo Tifatul Sembiring pada 23 November 2009 itu menyatakan, penyedia Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) alias pusat sarana dan prasarana penyediaan jasa akses internet di ibu kota kecamatan yang dibiayai dana kontribusi USO harus mengutamakan penggunaan perangkat lunak berbasis open source.

"Untuk lebih meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri, pemerintah juga mewajibkan penyedia PLIK untuk menggunakan belanja modal sekurang-kurangnya 35 persen untuk pembelanjaan produksi dalam negeri," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto, Kamis.

Menurut Gatot, ketentuan lebih lanjut mengenai PLIK akan diatur dalam dokumen lelang yang ditetapkan oleh Balai Telekomunikasi dan lnformatika Pedesaan (BTIP) Direktorat Jenderal Postel Depkominfo.

Akhir Oktober lalu, BTIP sudah melakukan evaluasi prakualifikasi tender USO internet kecamatan. Hasilnya, sebanyak enam dari 25 perusahaan yang dievaluasi dinyatakan tidak lulus prakualifikasi. Mereka yang tidak lolos adalah PT Cyber Network Indonesia (Mitra) yang mengajukan penawaran untuk empat paket pekerjaan, PT Inet Global Indo (satu paket), PT Nettocyber Indonesia (satu paket), PT Sejahtera Globalindo (dua paket), PT Total Info Kharisma (tiga paket), dan PT Core Mediatech (lima paket).

Adapun 19 perusahaan yang dinyatakan lolos antara lain PT Telkom, Indonesia Comnet Plus, PT Aplikanusa Lintas Arta, PT Pos Indonesia, PT Rahajasa Media Internet, PT Telkomsel, dan PT Netwave Multimedia (Mitra), yang mengajukan penawaran untuk mengerjakan sebelas paket. (Gentur Putro Jati/KONTAN)



Editor: wah


Read more!

Friday, October 9, 2009

Rusmanto Maryanto dan Linux: ILC, GCOS, RMS, Olimpiade Office, dll.

Read more...


Read more!

Migrasi Ke Open Source

Beberapa tahun belakangan ini, Microsoft sedang gencar-gencarnya melakukan razia terhadap software mereka yang di bajak. Tidak heran, karena di Indonesia kita ini, pelanggaran terhadap hak atas kekayaan intelektualitas. Meskipun begitu, penjual dan pengguna software-software bajakan ini masih tetap saja merasa nyaman dengan tindakannya. Bahkan diantara mereka ada yang tahu dan mengerti bahwa tindakan mereka merugikan orang lain.

Memang beberapa harga-harga software resmi belum terjangkau oleh masyarakat kita. Akan tetapi hal ini tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk membenarkan tindakan pembajakan,
Lalu bagaimana dengan perkembangan dunia Teknologi Informasi di Indonesia jika masyarakat kita memiliki sebuah dilema antara pembajakan dan daya beli? Mungkin salah satu alternatifnya adalah dengan migrasi ke open source.

Open source adalah sebuah gerakan moral komunitas pengguna komputer agar orang lain dapat menggunakan komputer terlepas dari seberapa besarnya daya beli, dan persetujuan-persetujuan pada saat membeli/menggunakan sebuah program. Hanya perlu sedikit usaha lebih untuk belajar dan mengenal software-software open source yang berbeda dengan software-software kepemilikan.

Dengan bermigrasi ke open source, setidaknya kita dapat membantu diri kita sendiri agar tidak takut dengan pelanggaran hukum, masyarakat karena dapat membantu memberikan software dan pertolongkan kepada orang lain yang membutuhkan software yang serupa, dan tidak lupa membantu memperbaiki generasi negara kita tercinta Indonesia.


Read more!

Pendidikan Open Source Sejak Dini

Beberapa hari yang lalu saya diminta oleh salah seorang teman saya untuk membantunya install linux di komputer tokonya. Teman saya ini pernah bermasalah dengan pihak yang berwajib akibat pelanggaran hak cipta program-program yang terpasang di komputernya. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk menggunakkan linux.

Komputer di toko teman saya sengaja diletakan di bagian depan tokonya, sehingga orang lain dapat dengan mudah menggunakan komputer itu sebagai katalog barang-barang yang dijualnya. Saat itu saya install Slackware Linux di komputer itu. Singkat kata, setelah installasi saya memasangkan beberapa "pemanis" tampilan seperti themes dan tentunya compiz-effect.

Selama saya memasang "pemanis" tersebut ada seorang ibu-ibu paruh baya yang memperhatikan apa yang sedang saya lakukan. Tiba-tiba saja ibu itu mendekati saya dan bertanya kepada saya apakah OS yang saya gunakan adalah linux. Saya kaget kalau ternyata ibu itu tahu tentang linux. Saya menjawab iya, lalu bertanya kepada ibu itu apakah ia pengguna linux juga. Ternyata ibu itu menjawab kalau dia pemakai komputer juga dan selama ini hanya bisa menggunakan product Microsoft, dan ia tahu linux dari anaknya yang sekolah di salah satu sekolah swasta. Ibu itu juga menceritakan kalau saat ini di sekolah anaknya sedang diajarkan linux, dan ia sedang mencari seorang guru pembimbing untuk anaknya belajar linux. Wah... ini berita baik, akhirnya saya mendengar ada sekolah di sekitar tempat tinggal saya yang menggunakan linux. Saya menyatakan bersedia membantu anaknya belajar linux, karena saya juga ingin memperkenalkan linux di lingkungan tempat tinggal saya.

Beberapa hari setelah kejadian itu, saya juga mendapat kabar kalau sudah ada beberapa sekolah lain di lingkungan saya yang mempergunakan linux. Saya senang sekali mendengar kabar ini. Menurut saya, pendidikan open source harus dimulai sejak dini. Karena yang saya alami selama bersekolah, saya hanya diajarkan program-program 'proprietary' tertentu tanpa diberitahu kalau ada alternatif lain selain program 'proprietary'. Pada kenyataannya saat ini saya menggunakan program alternatif lain yang tidak kalah baiknya dengan program 'proprietary' untuk melakukan yang saya butuhkan dan dengan biaya yang jauh lebih terjangkau.

Karena latar belakang terserbut, maka muncul keinginan pribadi saya untuk memberikan pendidikan opensource sejak dini paling tidak di lingkungan saya sendiri. Karena dengan tahu mengenai opensource, kita jadi mempunyai 'pilihan' dalam menggunakan software dan tidak terkesan 'terpasksa menggunakan bajakan' karena tidak ada pilihan lain. Opensource memperlengkap pengetahuan kita tentang ke-'dua sisi mata uang' dalam dunia operating system dan software komputer. Selebihnya biar generasi yang kita didik menentukan mana yang baik dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Salam...


Read more!

Wednesday, September 2, 2009

Lomba Blog Open Source

Lomba Blog Open Source

Untuk menyukseskan gerakan "Indonesia, Go Open Source! (IGOS)" dan Seminar Open Source Software (OSS) III Tahun 2009, Pusat Penelitian Informatika (P2I) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan Lomba Blog Open Source, yaitu lomba menulis sebuah artikel di blog dengan tema “open source”. Peserta lomba ini tidak dipungut biaya (gratis) dan pemenang lomba blog ini mendapat hadiah uang jutaan rupiah.


Syarat Peserta

  • Blog yang dilombakan dapat berupa blog dengan hosting gratis (Wordpress.com, Blogger.com, dan sebagainya) atau hosting berbayar.
  • Blog dapat merupakan blog yang baru dibuat atau blog yang sudah ada sebelum adanya lomba ini.
  • Blog merupakan blog pribadi yang milik perorangan (WNI), individu atau kelompok.
  • Blog bisa diakses lewat internet oleh masyarakat Indonesia secara umum.
  • Isi blog secara keseluruhan tidak berisi SARA atau hal lain yang melanggar norma kesusilaan, hukum, termasuk hak cipta.
  • Peserta harus menulis dan mempublikasikan minimal satu buah artikel dengan tema "open source".
  • Adanya artikel lain yang isinya berhubungan dengan "open source" akan menjadi nilai tambah dalam penilaian.
  • Blog boleh menerbitkan artikel lain yang tidak diikutkan lomba ini tanpa batasan apapun.

Syarat Artikel yang Dikutkan Lomba

  • Isi artikel bebas dengan tema open source.
  • Gaya bahasa bebas (formal, gaul, serius, atau humor).
  • Artikel harus original, tidak boleh copy-paste atau meniru sumber lain.
  • Di dalam artikel yang diikutkan lomba (boleh di bagian mana saja) harus dicantumkan kalimat:
Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Lengkap dengan link ke arah (seperti contoh di atas)
  • http://www.informatika.lipi.go.id/seminar/lombablog/, dan
  • http://www.informatika.lipi.go.id/seminar/
  • Artikel yang diikutkan lomba harus diterbitkan dalam bulan Agustus, September, atau Oktober 2009.
  • Artikel lain (yang tidak diikutkan lomba atau di luar tema open source) boleh diterbitkan kapan saja.
  • Artikel yang diikutkan lomba tidak boleh dihapus sampai tanggal pelaksanaan Seminar Open Source 2009 P2I LIPI (7 November 2009).
  • Segera setelah artikel diterbitkan, artikel harus didaftarkan lomba dengan cara mengirimkan alamat (URL) artikel ke email: semnas[at]informatika.lipi.go.id cc/tembusan ke seminarlipi[at]gmail.com, disertai dengan identitas pemilik blog (Nama, tempat/tanggal lahir, alamat, pekerjaan), dan deskripsi singkat mengenai isi blog tersebut, paling lambat tanggal 1 November 2009.

Contoh Artikel

Isi artikel yang diikutkan lomba blog ini adalah bebas, tergantung kreativitas pemilik blog, berikut ini hanya merupakan contoh artikel yang bisa diikutkan lomba blog Open Source:

  • Keuntungan menggunakan Open Source
  • Tutorial mengenai Linux (Distro bebas) atau sistem operasi Open Source yang lain
  • Tutorial mengenai program Open Source apapun
  • Tutorial migrasi open source
  • Karikatur atau kartun mengenai open source
  • Sebuah cerita pendek dengan tema open source
  • Pengalaman memakai open source
  • Pengalaman menginstall open source
  • Tips dan Trik menggunakan open source
  • Pemikiran mengenai masa depan Open Source di Indonesia
  • Dan lain sebagainya

Kriteria Penilaian

  • Kualitas isi artikel
  • Kreativitas
  • Originalitas
  • Kontinutias penerbitan artikel
  • Isi blog secara keseluruhan

Ketentuan Lain

  • Dewan juri adalah Peneliti dan Praktisi Open Source dari Pusat Penelitian Informatika LIPI.
  • Sivitas P2I LIPI tidak diperkenankan mengikuti lomba blog ini.
  • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
  • Pemenang akan diumumkan ke publik pada saat pelaksanaan seminar pada tanggal 7 November 2009 dan pada website seminar P2I LIPI (http://www.informatika.lipi.go.id/seminar/).

Hadiah

Blog yang menjadi juara dalam lomba blog ini akan diumumkan dalam Seminar Open Source P2I LIPI, dan pemilik blog akan mendapatkan tiket gratis mengikuti seminar, sertifikat, dan mendapatkan hadiah:

  • Penghargaan Blog Terbaik untuk kategori umum: Rp 2.000.000
  • Penghargaan Blog Terbaik untuk kategori pelajar: Rp 2.000.000
  • Penghargaan Blog Kreatif: Rp 1.000.000
Untuk lebih lengkap anda dapat mengunjungi situs http://www.informatika.lipi.go.id/seminar/main.php?feature=webnav&key=lomba_blog


Read more!

Global Conference on Open Source at Jakarta.

Sejak menjadi pengguna open source dan mulai memahami dunia open source, saya sangat kagum dan ingin sekali bertemu dengan tokoh-tokoh open source dunia. Sebut saja nama-nama yang sudah sangat terkenal di dunia open source seperti Richard Stallman, Eric S. Raymond, dan tentunya Linus Torvalds. Beliau-beliau ini mempunyai prestasi dan andil yang besar dalam penggembangan GNU/Linux dan Open Source.

Karena menurut saya, Open Source adalah pilihan 'jalan hidup' kita yang berkecimpung di dunia Teknologi Informasi sekarang ini. Open Source mengajarkan bagaimana kita dapat saling membangun sebagai sebuah masyarakat (IT Khususnya) di tengah kekurangan dengan saling berbagi dan saling melengkapi. Mulai dari menyediakan kode sumber perangkat lunak kita agar orang lain dapat dengan mudah menggunakan, memperbaiki dan bahkan menyempurnakan sebuah perangkat lunak. Tidak hanya itu, open source juga merupakan strategi marketing yang menurut saya cukup baik. Sebuah perangkat lunak yang dikembangkan dengan baik dan open source, membuat perangkat lunak semakin di kenal masyarakat melalui mulut ke mulut karena ke-'bebas'-annya untuk berbagi dengan orang lain.

Pada kesempatan kali ini, tepatnya 26-27 Oktober 2009, Global Conference on Open Source akan di adakan di Jakarta. Dengan salah satu pembicaranya ada Linus Torvalds sendiri, ini adalah kesempatan yang saya nanti-nanti kan untuk dapat memulai lebih aktif di open source untuk Indonesia khususnya. Untuk informasi lebih lengkap tentang Global Conference on Open Source ini, silahkan kunjungi alamat ini, GCOS 2009.

Semoga dengan adanya Global Conference on Open Source ini, bangsa Indonesia dapat belajar bahwa di luar sana ( dunia Teknologi Informasi ) masih ada pilihan lain dengan kelebihan dan kekurangannya dan bukan hanya tergantung pada sebuah KEBIASAAN.

Ayo Indonesia, Go Open Source !


Read more!